Quickie Express Movie Screening
January 8th, 2008
Konferensi Internasional Pelajar Indonesia
September 7th, 2007

Konferensi Internasional Pelajar Indonesia 2007 - Sydney
Sebagai satu upaya mendapatkan suatu kesamaan pandang dalam melihat eksistensi pelajar Indonesia yang bersekolah di luar negeri, maka PPI Australia menggagas acara konferensi pelajar dengan tema “Membangun Daya Saing Bangsa: Pulang atau Mengabdi dari Jauh”.
Acara ini telah didahului oleh serangkaian kegiatan mulai dari panggilan untuk mengirimkan makalah, diskusi di tingkatan cabang/ ranting yang relevan dengan tema, serta menjalin komunikasi yang lebih luas dengan PPI dari berbagai negara.
Informasi lebih jauh mengenai kegiatan ini dapat dilihat pada situs http://konferensi.ppi-australia.org . Our online pharmacy is the perfect resource for people to get their drugs without any hassles or awkwardness. buy cialis We work hard to make sure you save money every time you shop with us. buy levitrabuy soma At our online store, you pay less and get more. buy viagra
Review acara 3 Hari untuk Selamanya
August 22nd, 2007
yes! weekend kmaren PPIA UTS berhasil menyukseskan pemutaran film 3 Hari untuk Selamanya yang diadakan di Guthrie Theatre, Ultimo. yang nontonya, ramee bgt!! Session hari sabtu, panitia sempat kalang kabut karena ramai nya penonton yang berjubel mau nonton dan ketemu artisnya juga sekalian.
Di setiap akhir session diadakan talk show dengan Mira Lesmana, Riri Riza dan Nicholas Saputra. Talk show ini boleh dibilang lancar dengan berkat antusiasme para penonton yang mengajukan pertanyaan-pertanyaan untuk ketiga bintang tamu kita malam itu. Sepertinya, banyak orang yang bertanya apa inti dari cerita itu. Penulis sendiri sih berpikir bahwa ending ceritanya itu gantung banget. Well, orang boleh donk berpendapat beda-beda.
Slain movie screening, ada juga short movie competition yang di menangkan oleh Santo yang membuat short movie untuk sponsor Garuda Indonesia Airlines. Pihak panitia terkejut dengan semangat beberapa kontestan yang begitu antusias untuk ikut lomba short movie ini.
Intinya, kami dari pihak panitia 3 Hari untuk Selamanya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua penonton yang sudah mau datang ke acara pemutaran film kami. Terima kasih kepada para sponsor, pihan konjen dan para bintang tamu; Mira lesmana, Riri Riza dan Nicholas Saputra.
Untuk foto-foto gila para panitia pas hari H-nya, menyusul yah.. msih dalam proses peng-edit-an..
Next event, PPIA UTS akan mengadakan Futsal Competition di Marrickville yang akan diselenggarakan pada tanggal 24&26 Agustus 2007 untuk babak penyisihan dan tanggal 31 Agustus dan 2 September 2007. Datang yaah..
Salam PPIA UTS,
Meera
3 Hari Untuk Selamanya Movie Screening
July 18th, 2007

SCREENING “3 HARI UNTUK SELAMANYA”
Tanggal 18 dan 19 Agustus 2007 nanti, PPIA UTS akan mengadakan pemutaran film Indonesia berjudul “3 hari untuk selamanya” yang di bintangi oleh Nicholas Saputra dan Adinia Wirasti. Dalam acara ini, PPIA UTS akan mendatangkan bintang tamu dari pihak Miles Films di antaranya Nicholas Saputra (pemeran utama), Riri Riza (Director) dan Mira Lesmana (Producer). Pemutaran ini dalam bentuk “UN-CUT version” dengan English subtitle yang akan di adakan di Guthrie Theater (Design Building) UTS, ULTIMO. Film ini akan di putar dalam 4 sesi, Jam 5 dan jam 7.30 malam di Hari pertama dan kedua. Di akhir tiap sesi akan di adakan sesi tanya jawab. Disini, para penonton dapat berpartisipasi dengan memberikan pertanyaan kepada pembicara dari pihak Miles films. Di setiap sesi juga akan dibagikan lucky draw dalam bentuk voucher dengan jumlah total hadiah sebesar $150, so total yg akan di bagikan sepanjang acara ini sebesar $600!!!
Short advertisement competition
Sebelum pemutaran film, akan diadakan short advertisement yg akan mengiklani para sponsor yang berpartisipasi dalam acara ini. Kompetisi iklan pendek ini bertemakan perayaan Dirgahayu RI ke-62 jadi ini seperti lomba 17 Agustus-an, tapi dalam bentuk film pendek. Kompetisi ini akan di nilai oleh Mira Lesmana dan Riri Riza dan pemenang akan di umumkan di akhir sesi ke-4. Pemenang akan di undang untuk makan malam dan berbincang-bincang dengan pihak Miles films. Pendaftaran untuk perserta masih di buka sampai tanggal 28 Jul. Jadi bagi yang berminat harap mengubungi panitia secepatnya karna jumlah perserta terbatas.
Win-a-date with Nicholas Saputra
Setelah sesi tanya jawab, akan di adakan acara lelang untuk “nge-date” bersama Nicholas Saputra. Lelang ini akan di mulai dari $50 dan pemenangnya bukan hanya dapat dinner bersama artis, tapi akan juga mendapatkan hadiah special dari para sponsor di antaranya voucher dari Amarello studio foto, Hair dressing di Cherry salon, Calling card dari cheapcard.com.au dengan total hadiah senilai $300 lebih. Hmm… Not a bad offer huh!
Jadi, yang pasti acara ini akan lain dari pada yang lain. Banyak hadiah, Ketemu artis, ada kompetisi pula! Naahhh,,, tunggu apa lagi hubungi PPIA UTS untuk bookings and enquiries.
Jakarta Undercover
May 6th, 2007
—

The most controvesial film of the year based on Moammar Emka’s best selling novel with the same title-
Where: Ritchie Theater,
Pre-sold: $12
At door: $15
Session 1:
Session 2: 5.30pm
Session 3:
For further information:
Call:
Olivia 0404 913 460
Fajar: 0403 783 73
MORE
Diangkat dari novel kontroversial karya Moammar Emka, tentang kehidupan malam
Writer : Joko Anwar
Cast : Luna Maya (Ruang, Cinta Silver, Pesan dari Sugra), Lukman Sardi (Gie, Berbagi Suami), Fachri Albar (Alexanderia), Christian Sugiono (Jomblo, Catatan Akhir Sekolah), Aimee Juliet.
Introducing : Kenshiro Arashi
Studio : Velvet Films
Produksi : Rexinema
LUNA MAYA IN

Luna Maya lahir di Denpasar, Bali 26 Agustus 1983, adalah aktris sinetron dan film
Luna mengawali kariernya sebagai model. Wanita yang memiliki tinggi 173 cm ini lantas terjun ke dunia akting pada 2004 lewat 30 Hari Mencari Cinta. Dalam film tersebut, Luna memerankan tokoh Barbara, seorang gadis cantik nan seksi yang menjadi idola semua pria. Ini adalah peran pertama Luna sebagai tokoh antagonis.
Sukses memerani Barbara, Luna kembali terlibat dalam film Brownies pada 2005. Dalam film arahan sutradara Hanung Bramantyo itu, Luna hanya mendapatkan peran kecil. Luna mendapatkan peran pertama sebagai tokoh utama lewat peran sebagai Mina dalam Bangsal 13 pada tahun yang sama.
Nama Luna kian melambung di jagat hiburan
Selama kariernya, Luna telah membintangi tak kurang dari tujuh film, seperti Brownies, Cinta Silver, Ruang, Bangsal 13, Jakarta Undercover, 30 Hari Mencari Cinta, dan Pesan Dari Surga. Beberapa sinetron yang dia bintangi antara lain Dan, Kau dan Aku, Ada Cinta, Rahasiaku, dan Anggun.
Pada 2006, Luna Maya mendapatkan nominasi Festival Film
Luna yang mantan kekasih dari Fachry Albar ini membintangi beberapa produk iklan seperti Lux, Zestea,Sarimie dan Bu Krim Detergen.
Jakarta Undercover Movie Review
May 6th, 2007
Jakarta Undercover - Movie Review
Jakarta Undercover
directed by Lance
velvet films - 2007
Jakarta dalam sisi lain telah dikisahkan Moammar Emka dalam bukunya, Jakarta Undercover. Melalui buku tersebut mata kita seolah dibukakan akan betapa sudah rusaknya moral segelintir orang yang hidup di bumi ciptaan Tuhan ini, karena mengandalkan nafsu sebagai hiburannya. Didalam buku tersebut, banyak dikisahkan tempat-tempat underground bagi pecinta nafsu liar dan betapa nyatanya itu.
Ketika sebuah buku investigasi tersebut diangkat menjadi sajian audio visual, sungguh yang ada dalam bayangan kita adalah betapa liar dan polosnya sajian yang akan disajikan, bahkan mungkin banyak fantasi-fantasi loar yang disajikan menurut pembaca. Namun, ketika film itu kita lihat,…sungguh merupakan film yang sangat lain dari bayangan kita ketika membaca buku tersebut.
film dibuka dengan sajian erotis dan suasana malam di klub OverLust( klub untuk gay dan lesbian ) yang penuh dengan penari erotis dengan sibuknya pengelola klub si Jefry ( christian Sugiono ) sedang mengatur dan mempersiapkan semuanya untuk memuaskan pelanggan. Seorang perempuan muda bernama Viki (Luna Maya) yang terpaksa menyamar menjadi seorang penari striptis banci di klub itu. Ia mempunyai seorang adik yang menderita autis bernama Ara (Kenshiro Arashi). Dikarenakan hanya hidup berdua saja, Viki terpaksa mengajak sang adik saat tengah bekerja. Viki sendiri mempunya sahabat seorang transeksual yang bernama Amanda (Fachri Albar). Sementara itu, disuatu sudut klub tersebut, seorang pemuda anak pejabat yang gemar berhubungan seks dengan banci bernama Haryo (Lukman Sardi), tanpa sengaja membunuh teman kencannya dengan gaya bermain seks yang liar. Haryo yang saat itu tengah bersama dengan dua orang temannya tentu saja menjadi panik dan memutuskan untuk membuang mayat tersebut. Hanya saja kemudian mereka mengetahui ternyata ada seseorang diruangan tersebut saat peristiwa terjadi, yaitu Ara yang ternyata disembunyikan Viki disebuah lemari dalam ruangan tersebut. Merasa takut identitas mereka akan terbongkar, maka mereka memutuskan untuk mencari Viki dan Ara. Pada mulanya Viki tidak mengetahui apa yang terjadi, sampai Haryo dan teman-temannya menyandera Ara. Setelah bingung memtuskan apa yang harus diperbuatnya, tanpa sengaja ia dan Ara bertemu kembali. Maka dimulailah petualangan Viki dan Ara dalam menghindari bahaya yang mencam mereka.
Skrip ‘Jakarta Undercover’ ditangani oleh Joko Anwar yang sebelumnya sukses dengan ‘Janji Joni’ (2005) tetapi entah mengapa Joko tetap memakai gaya yang sama untuk film arahan Lance (Cinta Silver) ini. Namun, harus diakui jika Joko Anwar merupakan salah seorang penulis skenario handal dalam negeri ini, karena ia tahu benar apa yang ingin dilakukannya. Film berjalan dengan konsistensi tempo dan intensitas ketegangan yang terjaga, membuat film ini cukup berhasil sebagai sebuah thriller. Dengan memakai struktur thriller yang membutuhkan ketegangan yang konstan ini, maka bolehlah ‘Jakarta Undercover’ dianggap sebagai pioner dalam industri film Indonesia.
Penonton serasa selalu dibawa terburu-buru dan tegang dalam runtutan cerita yang disajikan. Petualangan Viki dan Ara serasa membuka mata tentang banyaknya penyimpangan- penyimpangan dalam diri manusia dan banyak hal-hal yang serasa membuka mata bahwa ‘hal tersebut’ ada di jakarta.
Secara logika cerita film ini juga tidak lemah. Viki kabur dari rumah dengan alasan yang cukup masuk akal, dia secara tidak sengaja menyebabkan bapaknya (Ray Sahetapi) yang pemarah terbunuh saat berusaha mencelakai ibu dan adiknya.Jakarta malam hari, penari-penari erotis menari di panggung. Tentu tarian erotik dan mesum. Hentakan musik, aroma alkohol dan debur asap rokok membaur menciptakan sebuah atmosfer tentang kegilaan, keliaran dunia malam. Kehidupan malam Jakarta di ruang-ruang pub, diskotik dengan segenap penghuninya selalu dicap sebagai negatif. Nyatanya tidak selalu demikian. Inilah yang agaknya digambarkan “Jakarta Undercover”. namun, lemahnya karakter Haryo tanpa adanya pengenalan latar belakang yang jelas juga membuat penonton mungkin berpikir apakah semua anak pejabat seperti itu.. tapi peran fachri albar dalam memerankan pria transeksual sangatlah meyakinkan dan sungguh benar2 bisa mengambil simpati penonton.
>>>>>>>>>><<<<<<<<<<<
Banyak hal lain yang sungguh menarik dari film Jakarta Undercover, pemunculan Hanung Bramantyo( sutradara Brownies & Jomblo ) dan mario lawalatta diawal film yang berperan sebagai pelanggan klub sungguh membuat hati saya kagum. karena sangat tidak percaya Hanung bisa berakting sebagai pria seperti itu dan dengan pistol air mainannya yang banyak menyiratkan simbol klimaks. Dialog si Jefry yang menekankan bahwa show must go on, “… kalau ini gagal kalian semua kembali ke Jalanan..! ” sangat membuka pengenalan karakter bahwa mereka semua penari tersebut berasal dari jalanan, juga dialog emosinya Haryo ketika gagal mendapatkan Viki, “… Jef, aku minta loe tanggung jawab, siapin semuanya atau Loe yang gue pakai..” sangat menegaskan karakter Haryo yang sangat terobsesi dan hanya puas dengan anal seks. tetapi menurut saya karakter Haryo dan Maureen si lesbian yang dilengkapi dengan tattoo sangat berlebihan, tapi mungkin itulah sisi eksotis seorang Lance dalam menonjolkan karakter.
Permainan fokus dan blur di tiap angle-nya sangat dinamis dan membuat film ini lebih berkualitas, dan laju kamera yang dinamis sungguh membuat film ini sangat asyik untuk dinikmati, ada satu angle yang sangat menarik dan itu adalah angle favorit saya di film ini ketika Viki dan Ara duduk di salah satu sudut Museum Indonesia memandangi hasil gambar Ara yang menceritakan kejadian saat terbunuhnya banci yang memuaskan nafsu Haryo, sangat indah.
so… Jakarta Undercover merupakan film keren dengan sajian yang bener-bener berbeda.. secara keseluruhan film ini sangat Bagus dan saya setuju ketika film ini tercatat sebagai pioner dalam penyajian film yang berbeda di atmosfer perfilman Indonesia.
-Mbek-
~ by Anang Purwantoro on Maret 31, 2007.
